INFO PENYAKIT

Info Penyakit.kotak { box-shadow: inset 3px 3px 4px rgba(0,0,0,0.4); padding: 10px; border: 1px solid grey; } .kuning { border: 4px #FFE500 double; padding: 10px;background-color: yellow; box-shadow: inset 3px 3px 4px rgba(0,0,0,0.4); }

Bagi kita semua kesehatan adalah yang paling utama. Perlunya kita mengetahui info penyakit secara lengkap. Apakah anda ingin mengetahui penyakit-penyakit yang disertai dengan obat herbalnya?. Sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertian dari penyakit. Secara teori yang bersumber dari SehatQ bahwa penyakit adalah dimana suatu kondisi terdapat keadaan tubuh yang abnormal, yang menyebabkan hilangnya kondisi nomal yang sehat. Adanya ketidaknormalan ini, belum cukup untuk memenuhi adanya suatu penyakit, kecuali bersama-sama sakit-sehat, walaupun mungkin ini hanya merupakan tahap awal perkembangan penyakit. Setiap nama penyakit yang terpisah ditandai secara spesifik oleh perangkat gambaran yang jelas (sebab, tandan dan gejala, perubahan morfologi dan fungsi, dan sebagainya). Berbagai penyakit mempunyai gambaran umum yang sama, sehingga mereka dikelompokkan bersama-sama pada sistem klasifikasi penyakit.

Klasifikasi Umum Penyakit

Penyakit kronis juga menular juga dapat muncul bersamaan dalam tubuh manusia. Selain itu ada beberapa penyakit infksius yang dapat menjadi kronis. Contoh, infeksi sinus dapat menjadi sinusitis kronis. Untuk memudahkan pemahaman dan pembelajaran, penyakit dan kondisis dikelompokkan menjadi lima kategori besar. Lima klasifikasi besar penyakit yaitu:

Penyakit kongenital dan herediter

sering kali disebabkan oleh kecenderungan genetik dan keluarga terhadap terjadinyaabnormalitas bawaan, cedera pada embrio atau janin akibat faktor-faktor lingkungan, zat kimia, atau agens, seperti obat-obatan, alkohol merokok, masalah perkembangan bawaan yang mungkin disebabkan oleh zat kimia atau agens atau memang terjadi secara alami (karena kebetulan). Contohnya antara lain sindrom down, hemofilia, dan penyakit jantung di usia dini.
Selengkapnya di: SehatQ.

Penyakit Alergi dan Radang

merupakan penyakit yang disebabkan oleh reaksi tubuh terhadap infasi atau cedera akibat benda atau subtansi asiang. Alergi, virus, bakteri, atau agens mikroskopik dan mikrobiologi lainnyajuga dapat menyebabkan reaksiradang di dalam tubuh. Ada beberapa reaksi radang yang terjadi akibat tubuh memebentuk antibody terhadap jaringannya sendiri, misal kuku jari kaki yang menusuk daging atauartritis. Contoh lain beerkisr serpihan kayu, logam,atau tumbuhan yang tersusup di bawah kulit, sampai bay fever dan astma.
Selengkapnya di: SehatQ.

Penyakit degeneratif atau kronis

menyebabkan semakin buruknya sistem, jaringan, dan fungsi tubuh; berdegenerasinya beberapa bagean dan sistem tubuh. Penyakit degenerati sering kali dikaitkan dengan proses penu, tetapi pada beberapa kasus bisa jadi tidak berkaitandengan usia. Arteriosklerosis, srtritis, dan gout merupakan comtoh penyakit degeneratif.
Selengkapnya di: SehatQ.

Penyakit Metabolik

menyebabakan terjadinya disfungsi, fungsi yang buruk, atau malfungsi padabeberapa organ tertentu atau pada proses-proses fisiologis di dalam tubuh sehingga tubuh menjadi sakit. Kelenjar atau organ tidak dapat mensekresi zat-zat biokimiatertentu untuk menjalankan proses metabolik di dalam tubuh menyebabkan terjadinya kelainan metabolik. Contoh, kelenjar adrenal yang tidak lagi berfungsi sebagai mana mestinya; sel-selnya tidak lagi dapat menggunakan glukosa secara normal sehingga menyebabkan diabetes.
Selengkapnya di: SehatQ.

Kanker/penyakit neoplastikk

ditandai dengan bertumbuhan abnormal sel sehigga membentuk tumor baik jinak ataupun ganas serta dapat terjadi setiap orang di segala usia. Kangker merupakan bentuk tumor ganas yang dapat dengan mudah didiagnosis dan dikelompokkan berdasarkan jenis jariang yang terkena dan atau lokasinya.
Selengkapnya di: SehatQ.

Tingkatan Penyakit Berdasarkan Keseriusan, Efek, Durasi, Keseriusan, dan Keluasan

Akut

Relatif parah, berdurasi pendek dan sering kali dapat diobati, biasanya penderita akan sembuh atau meninggal.

Sub Akut

Keparahan dan durasinya sedang, memiliki beberapa aspek akut dari penyakit, tetapi durasinya lebih panjang, tingkat keparahannya dapat menurunkan status kesehatan penderita, durasinya lebih panjangdari penyakit akut, penderita pada akhirnya diperkirakan sembuh dan pulih secara total serta penyakitnya tidak berkembang menjadi penyakit kronis.

Kronis

Tidak terlalu parah, tetapi durasinya lama dan terus-menerus, berakhir dalam jangka waktu yang lama jika bukan seumur hidup. Pasien mungkin tidak akan pulih seperti sedia kala dan penyakit sewaktu-waktu dapat memburuk. Kehidupan mungkin tidak langsung terancam, tetapi penyakit mungkin berlangsung dalam jangka waktu sangat lama.

Selengkapnya di: SehatQ.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Klasifikasi Penyakit Berdasarkan ICD (International Classification Of Desease)

Untuk mempermudah dalam proses mengklasifikasikan penyakit, Indonesia menggunakan sistem informasi kesehatan yang lebih efektif dan efisien, yaitu dengan cara klasifikasi penyakit berdasarkan ICD (International Classification Of Diseases).

Pengertian ICD

International Classification of Diseases (ICD) adalah klasifikasi diagnostik standar internasional untuk semua epidemiologi umum, untuk penggunaan di beberapa manajemen kesehatan dan klinis. ICD digunakan untuk mengklasifikasikan penyakit dan masalah kesehatan lainnya dicatat pada berbagai jenis kesehatan dan catatan penting termasuk sertifikat kematian dan catatan kesehatan. Selain itu ICD adalah suatu sistem klasifikasi penyakit dan beragam jenis tanda, simptoma, kelainan, komplain dan penyebab eksternal penyakit. Setiap kondisi kesehatan diberikan kategori dan kode. ICD dipublikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan digunakan secara luas untuk morbiditas, mortalitas, sistem reimbursemen dan sebagai penunjang keputusan dalam kedokteran.
Dalam pengkodean pada ICD menetapkan lebih dari 155.000 memungkinkan berbagai kode dan memungkinkan yang banyak berasal dari pelacakan diagnosis dan prosedur baru dengan perluasan yang signifikan pada kode-kode yang telah tersedia 17.000 pengkodean pada ICD-9 dan ICD-10 yang mulai bekerja dari tahun 1983 dan dapat diselesaikan pada tahun 1992.

Fungsi ICD sebagai klasifikasi penyakit

Fungsi lCD sebagai sistem klasifikasi penyakit dan masalah terkait kesehatan digunakan untuk kepentingan informasi statistik morbiditas dan mortalitas. Penerapan Pengodean sistem lCD Digunakan untuk:

  • Mengindeks pencatatan penyakit dan tindakan di sarana pelayanan kesehatan.
  • Masukan bagi sistem pelaporan diagnosis medis untuk mengklasifikasikan penyakit.
  • Memudahkan proses penyimpanan dan pengambilan data terkait diagnosis karakteristik pasien dan penyedia layanan.
  • Untuk mempermudah sistem penagihan pembayaran biaya pelayanan kesehatan.
  • Pelaporan nasional dan internasional morbiditas dan mortalitas.
  • Menentukan bentuk pelayanan yang harus direncanakan dan dikembangkan sesuai kebutuhan zaman.

Pengkodean Klasifikasi Penyakit berdasarkan ICD 10

  • CHAPTER I (A00-B99) Certain infectious and parasitic diseases (Penyakit infeksi dan parasit tertentu).
  • CHAPTER II (C00-D48) Neoplasms (Neoplasma).
  • CHAPTER III (D50-D89) Diseases of the blood and blood-forming organs and certain disorders involving the immune mechanism (Penyakit darah dan organ pembentuk darah dan gangguan tertentu yang melibatkan mekanisme kekebalan).
  • CHAPTER IV (E00-E90) Endocrine, nutritional and metabolic diseases (Endokrin, penyakit nutrisi dan metabolik).
  • CHAPTER V (F00-F99) Mental and behavioural disorders (Gangguan mental dan perilaku).
  • CHAPTER VI (G00-G99) Diseases of the nervous system (Penyakit pada sistem saraf).
  • CHAPTER VII (H00-H59) Diseases of the eye and adnexa (Penyakit mata dan adneksa).
  • CHAPTER VIII (H60-H95) Diseases of the ear and mastoid process (Penyakit proses telinga dan mastoid).
  • CHAPTER IX (I00-I99) Diseases of the circulatory system (Penyakit pada sistem peredaran darah).
  • CHAPTER X (J00-J99) Diseases of the respiratory system (Penyakit pada sistem pernapasan).
  • CHAPTER XI (K00-K93) Diseases of the digestive system (Penyakit pada sistem pencernaan).
  • CHAPTER XII (L00-L99) Diseases of the skin and subcutaneous tissue (Penyakit kulit dan jaringan subkutan).
  • CHAPTER XIII (M00-M99) Diseases of the musculoskeletal system and connective tissue (Penyakit pada sistem muskuloskeletal dan jaringan ikat).
  • CHAPTER XIV (N00-N99) Diseases of the genitourinary system (Penyakit pada sistem genitourinary).
  • CHAPTER XV (O00-O99) Pregnancy, childbirth and the puerperium (Kehamilan, persalinan dan masa nifas).
  • CHAPTER XVI (P00-P96) Certain conditions originating in the perinatal period (Kondisi tertentu yang berasal dari periode perinatal).
  • CHAPTER XVII (Q00-Q99) Congenital malformations, deformations andchromosomal abnormalities (Malformasi kongenital, deformasi dan kelainan kromosom).
  • CHAPTER XVIII (R00-R99) Symptoms, signs and abnormal clinical and laboratory findings, not elsewhere classified (Gejala, tanda dan temuan klinis dan laboratorium abnormal, tidak diklasifikasikan di tempat lain).
  • CHAPTER XIX (S00-T98) Injury, poisoning and certain other consequences of external causes (Cedera, keracunan dan konsekuensi tertentu lainnya dari penyebab eksternal).
  • CHAPTER XX (V01-Y98) External causes of morbidity and mortality (Penyebab eksternal morbiditas dan mortalitas).
  • CHAPTER XXI (Z00-Z99) Factors influencing health status and contact with health services (Faktor-faktor yang mempengaruhi status kesehatan dan kontak dengan pelayanan kesehatan).
  • CHAPTER XXII (U00-U85) Codes for special purposes (Kode untuk tujuan khusus).

Demikianlah penelusuran bersponsor tentang Info Penyakit. Sampai jumpa dan semoga bermanfaat. MathJax.Hub.Config({ tex2jax: {inlineMath: [[‘$’,’$’], [‘\\(‘,’\\)’]]} });

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai