HIMPUNAN (Pengertian, Notasi, dan Jenis-Jenis)

Pada pertemuan kali ini, akan dijelaskan tentang materi himpunan sebagai berikut:
Dalam matematika, himpunan adalah (kumpulan objek yang memiliki sifat yg dapat didefinisikan dengan jelas) segala koleksi benda-benda tertentu yang dianggap sebagai satu kesatuan. Walaupun hal ini merupakan ide yang sederhana, tidak salah jika himpunan merupakan salah satu konsep penting dan mendasar dalam matematika modern, dan karenanya, studi mengenai struktur kemungkinan himpunan dan teori himpunan, sangatlah berguna.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Penjelasan gambar diatas: Irisan dari dua himpunan yang dinyatakan dengan diagram Venn

A. Notasi Himpunan
Biasanya, nama himpunan ditulis menggunakan huruf besar, misalnya S, A, atau B, sementara anggota himpunan ditulis menggunakan huruf kecil (a, c, z). Cara penulisan ini adalah yang umum dipakai, tetapi tidak membatasi bahwa setiap himpunan harus ditulis dengan cara seperti itu. Tabel di bawah ini menunjukkan format penulisan himpunan anggota bilangan yang umum dipakai.

Dan Simbol-simbol khusus yang dipakai dalam teori himpunan adalah:

Himpunan dapat didefinisikan dengan dua cara, yaitu:

Enumerasi, yaitu mendaftarkan semua anggota himpunan. Jika terlampau banyak tetapi mengikuti pola tertentu, dapat digunakan elipsis, contoh:
$B=$ {apel, jeruk, mangga, pisang}
$A=${$a, b, c, …, y, z$}
$N=${$1, 2, 3, …$}
Pembangun himpunan, tidak dengan mendaftar, tetapi dengan mendeskripsikan sifat-sifat yang harus dipenuhi oleh setiap anggota himpunan tersebut.
$O=${$u \mid u$ adalah bilangan ganjill}
$E=${$x \mid x \in z \wedge (x$ mod $z=0)$}
Notasi pembangun himpunan dapat menimbulkan berbagai paradoks, contohnya adalah himpunan berikut:
$A=${$x \mid x \notin A$}
Himpunan A tidak mungkin ada, karena jika A ada, berarti harus mengandung anggota yang bukan merupakan anggotanya. Namun jika bukan anggotanya, lalu bagaimana mungkin A bisa mengandung anggota tersebut.

B. Himpunan Semesta
Jika kamu sedang membicarakan atau berdiskusi tentang suatu masalah, ruang lingkup pembicaraan atau diskusi biasanya dibatasi. Hal ini dilakukan agar pembicaraan atau diskusi tersebut tidak menyimpang dari masalah pokok. Pembatasan pembicaraan dalam matematika seperti itu disebut semesta pembicaraan atau himpunan semesta pembicaraan. Untuk memahami pengertian himpunan semesta, perhatikan himpunan berikut.
Misalkan $P$ adalah himpunan semua bilangan asli yang kurang dari 7 yaitu $P=$ {1, 2, 3, 4, 5, 6} serta diketahui $Q=$ {1, 2, 3, 4} dan $T=$ {0, 2, 4, 6}.
Coba kamu perhatikan himpunan $P$ dan $Q$. Himpunan $P$ memuat sebuah anggota dari himpunan $Q$ sehingga himpunan $P$ merupakan himpunan semesta dari himpunan $Q$. Sekarang, coba kamu perhatikan himpunan $P$ dan $T$. Dari himpunan tersebut, terlihat hanya himpunan $P$ tidak memuat seluruh anggota dari himpunan $T$ karena salah satu anggota $T$, yaitu 0 tidak terdapat pada $P$. Jadi, $P$ tidak dapat disebut sebagai himpunan semesta dari $T$.
Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut:

Himpunan semesta adalah himpunan yang memuat semua anggota yang sedang dibicarakan.

C. Himpunan Bagian
1. Pengertian dan lambang himpunan bagian.
Diketahui $A$ merupakan himpunan bagian dari $B$, maka setiap anggota $A$ merupakan anggota $B$, atau himpunan $A$ terdapat dalam himpunan $B$.
$A$ himpunan bagian dari $B$, ditulis $A \subseteq B$.
$A$ bukan himpunan bagian dari $B$, ditulis $A \nsubseteq B$.
2. Himpunan bagian dari suatu himpunan.
Sebelum menentukan himpunan bagian dari suatu himpunan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut:

– Suatu himpunan merupakan himpunan bagian dari himpunan itu sendiri.

– Himpunan kosong merupakan himpunan bagian dari semua himpunan.

Contoh 1:
Misalkan $A=${a}. Himpunan bagian dari $A$ yang tidak mempunyai anggota ada 1, yaitu { }. Himpunan bagian dari $A$ yang mempunyai 1 anggota ada 1, yaitu {a}. Jadi, himpunan bagian dari $A$ ada 2, yaitu { }, dan {a}.
Contoh 2:
Misalkan $B=$ {a, b}. Himpunan bagian dari $B$ yang tidak mempunyai anggota ada 1, yaitu { }. Himpunan bagian dari $B$ yang mempunyai 1 anggota ada 2, yaitu {a} dan {b}. Himpunan bagian dari $B$ yang mempunyai 2 anggota ada 1, yaitu {a, b}. Jadi himpunan bagian dari $B$ ada 4, yaitu { }, {1}, {b}, dan {a, b}.

D. Diagram Venn, Irisan, dan Gabungan Himpunan.
1. Diagram Venn
Diagram venn merupakan salah satu cara untuk menyajikan atau menjelaskan himpunan-himpunan serta hubungan diantara himpunan-himpunan tersebut dalam semesta pembicaraan tertentu. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan diagram venn.

a. Semua anggota dari himpunan semesta $(S)$ digambarkan dengan noktah-noktah dalam persegi panjang. $S$ ditulis pada salah satu sudutnya, biasanya sudut kiri atas persegi panjang.
b. Setiap himpunan yang dibicarakan digambarkan dengan bulatan atau kurva tertutup.
c. Setiap anggota dari himpunan yang dimaksud ditunjukkan dengan noktah-noktah titik.
d. Jika anggota suatu himpunan banyak sekali, anggota-anggotanya tidak perlu ditulis.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Contoh:
Perhatikan gambar berikut:

a. Diketahui $S=$ {1, 2, 3, 4, …, 8}, $A=$ {1, 2, 3}, dan $B=$ {5, 6, 7}. Himpunan-himpunan tersebut dapat ditunjukkan dengan diagram venn seperti pada gambar (a).
b. $S=$ {1, 2, 3, 4, 5, 6}, $A=$ {1, 2, 3, 4}, dan $B=$ {2, 3, 5}. Himpunan-himpunan tersebut dapat ditunjukkan dengan digram venn seperti pada gambar (b).
c. $S=$ {Bilangan cacah}, $A=$ {1, 2, 3, 4}, dan $B=$ {2, 3, 1, 4}. Himpunan-himpunan tersebut dapat ditunjukkan dengan diagram venn seperti pada gambar (c). Semua anggota himpunan $A$ termasuk anggota himpunan $B$, begitu juga sebaliknya.
d. $S=$ {Bilangan cacah}, $A=$ {Bilangan genap}, dan $B=$ {Bilangan asli}. Himpunan-himpunan tersebut dapat ditunjukkan dengan diagram venn seperti pada gambar (d).
2. Irisan Dua Himpunan
Diketahui $A=${1, 3, 5, 7, 9, 11} dan $B=${2, 3, 5, 7}. Dari kedua himpunan tersebut, kamu dapat membentuk himpunan baru yang anggotanya merupakan anggota himpunan $A$ sekali gus merupakan anggota himpunan $B$. Anggota himpunan $A$ yang sekaligus merupakan anggota himpunan $B$ adalah {3, 5, 7}. Himpunan baru ini disebut irisan $A$ dan $B$, ditulis $A \cap B =$ {3, 5, 7}. Irisan himpunan memiliki sifat komutatif yakni:

$A \cap B = B \cap A$

Contoh:
Diketahui:
$S=$ { $x|x \le 6, x \in$ bilangan asli}.
<a href="https://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=P=\left&space;\{&space;x|x<img src="https://latex.codecogs.com/gif.latex?P=\left&space;\{&space;x|x<5,x&space;\in&space;S&space;\right&space;\}" title="P=\left \{ x|x
$Q=$ { $x|x>4, x \in S$}

Dengan menuliskan anggota-anggotanya, tentukan:
a. $\quad P \cap Q$,
b. $\quad P \cap R$,
c. $\quad Q \cap R$
Jawab:
$S=$ {1, 2, 3, 4, 5, 6}
$P=$ {1, 2, 3, 4}
$Q=$ {5, 6}
$R=$ {3, 4, 5, 6}
Maka:
a. $\quad P \cap Q = \varnothing$
b. $\quad P \cap R =$ {3, 4}
c. $\quad Q \cap R =$ {5, 6}
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
3. Gabungan Himpunan
Perhatikan gambar berikut:

Gambar di atas merupakan gabungan himpunan $A$ dan $B$ yang ditulis dengan:

$A \bigcup B$

Gabungan himpunan juga bersifat komutatif yakni:

$A \bigcup B = B \bigcup A$

Contoh:
Diketahui:
$Q=$ { $x|x \le 5, x \in$ bilangan ganjil}.
$R=$ { $x|x \le 10, x \in$ bilangan prima}.
Dengan menuliskan anggota-anggotanya tentukan: $ Q \bigcup R$
Jawab:
$Q=$ {1, 3, 5} dan
$R=$ {2, 5, 7} maka:
$Q \bigcup R =$ {1, 2, 3, 5, 7}. #searchbox { background: url(http://4.bp.blogspot.com/-u0fEq-zSTYI/VD1gGDLy3aI/AAAAAAAAAhw/im3bcQd5wBM/s1600/search-box.png) no-repeat; height: 27px; width: 202px; } input:focus::-webkit-input-placeholder { color: transparent; } input:focus:-moz-placeholder { color: transparent; } input:focus::-moz-placeholder { color: transparent; } #searchbox input { outline: none; } #searchbox input[type=”text”] { background: transparent; margin: 0px 0px 0px 12px; padding: 5px 0px 5px 0px; border-width: 0px; font-family: “Arial Narrow”, Arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: italic; width: 77%; color: #828282; display: inline-table; vertical-align: top; } #button-submit { background: url(http://2.bp.blogspot.com/-4OxjMRukhCM/VD1gBscpzII/AAAAAAAAAhk/TUxMSv7bCzA/s1600/search-button.png) no-repeat; border-width: 0px; cursor: pointer; width: 30px; height: 25px; } #button-submit:hover { background: url(http://4.bp.blogspot.com/-GgNBTS_3FEA/VD1gBgm7RFI/AAAAAAAAAhg/flg6VijzW8E/s1600/search-button-hover.png) no-repeat; } #button-submit::-moz-focus-inner { border: 0; }

MathJax.Hub.Config({ tex2jax: {inlineMath: [[‘$’,’$’], [‘\\(‘,’\\)’]]} });

SISTEM KOORDINAT KUTUB

Dua orang perancis yaitu Pierre Fermat dan Rene Descartes telah memperkenalkan sistem koordinat yang sekarang kita kenal dengan sebutan system koordinat Cartesius atau siku siku. Dasar pemikiran mereka ialah untuk menunjukkan kedudukan titik P pada bidang dengan dua bilangan yang ditulis dengan lambing $(x, y)$ setiap bilangan menggambarkan jarak berarah dari dua sumbu yang tegak lurus sesamanya (lihat gambar 1). Cara menggunakan koordinat Cartesius tersebut telah kita kenal sejak di SLTP. Sistem koordinat itu adalah dasar dari geometri analitik, dan sangat membantu pengembangan kalkulus diferensial dan kalkulus integral yang kita capai hingga saat ini.
Dengan memberikan jarak berarah dari dua sumbu yang tegak lurus bukanlah satu-satunya jalan untuk menunjukkan kedudukan suatu titik pada bidang. Cara lain ialah menggunakan apa yang disebut dengan koordinat kutub (Gambar 2).

Perhatikan bahwa gambar 1 adalah grafik pada koordinat Cartesius.

sedangkan gambar 2 adalah grafik yang sama pada koordinat kutub.

Kita harus mengetahui bahwa untuk mengubah grafik fungsi koordinat kartesius ke dalam koordinat kutub itu diperlukan rumus:
$x = r. sin \theta $
$y = r. cos \theta$
$r = \sqrt {x^2 + y^2}$

dimana $\theta $ adalah sudut apit garis $r$ dengan sumbu $x$ positif.

Contoh:
Ubahlah persamaan garis $ y = 2x+1$ kedalam bentuk kutub!
Jawab:
Berdasarkan rumus:
$x=r.cos \alpha$
$y=r.sin \alpha$
maka
$(r.sin \alpha) = 2.(r.cos \alpha)+1$
$r.(sin \alpha -2.cos \alpha)=1$
$$r=\frac{1}{sin~\alpha – 2.cos~\alpha}$$

Itulah ringkasan materi tentang sistem koordinat kutub semoga bermanfaat..

#searchbox { background: url(http://4.bp.blogspot.com/-u0fEq-zSTYI/VD1gGDLy3aI/AAAAAAAAAhw/im3bcQd5wBM/s1600/search-box.png) no-repeat; height: 27px; width: 202px; } input:focus::-webkit-input-placeholder { color: transparent; } input:focus:-moz-placeholder { color: transparent; } input:focus::-moz-placeholder { color: transparent; } #searchbox input { outline: none; } #searchbox input[type=”text”] { background: transparent; margin: 0px 0px 0px 12px; padding: 5px 0px 5px 0px; border-width: 0px; font-family: “Arial Narrow”, Arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: italic; width: 77%; color: #828282; display: inline-table; vertical-align: top; } #button-submit { background: url(http://2.bp.blogspot.com/-4OxjMRukhCM/VD1gBscpzII/AAAAAAAAAhk/TUxMSv7bCzA/s1600/search-button.png) no-repeat; border-width: 0px; cursor: pointer; width: 30px; height: 25px; } #button-submit:hover { background: url(http://4.bp.blogspot.com/-GgNBTS_3FEA/VD1gBgm7RFI/AAAAAAAAAhg/flg6VijzW8E/s1600/search-button-hover.png) no-repeat; } #button-submit::-moz-focus-inner { border: 0; }

MathJax.Hub.Config({ tex2jax: {inlineMath: [[‘$’,’$’], [‘\\(‘,’\\)’]]} });

PERSAMAAN DIOPHENTINE

Pada pertemuan kali ini, akan dijelaskan mengenai persamaan diophentine, berikut penjelasannya:

Persamaan diophantine adalah persamaan bersuku banyak ax+by = c, di mana a, b, dan c adalah bilangan-bilangan integer (bulat).

Persamaan linear diophantine $ax+by= c$ mempunyai penyelesaian jika dan hanya jika gcd(a,b) membagi c.

Contoh soal 1:
Apakah persamaan 15x+6y=190 memiliki penyelesaian di bilangan bulat?
Jawab:
Mungkin bagi kalian yang penasaran untuk menyelesaikan kasus ini, bisa dengan coba-coba.. Misalnya, jika x = 1, y-nya berapa, dan seterusnya.. Tapi itu tidak memungkinkan karena menghabiskan waktu.

Nah, untuk mendapatkan solusi, kita dari gcdnya dulu: gcd (15,6) = 3.
Namun, ternyata 190 tidak habis dibagi 3. Nah,artinya, persamaan di atas tidak punya solusi untuk semua bilangan bulat x dan y.

Contoh soal 2:
Tentukan semua pasangan $(x,~y)$ anggota bilangan bulat non-negatif yang memenuhi persamaan $7x + 5y = 100$.
jawab:
Kita tahu bahwa bilangan bulat non-negarif itu adalah bilangan cacah.
karena gcd (7, 5)=1, maka mempunyai solusi, maka
7=1.5+2
2=7-5 lalu kedua ruas kita kali 50 maka
100=7(50)+5(-50) sehingga diperoleh x = 50 (mod 5) atau x = 0 (mod 5) dan y= -50 (mod 7) atau
y=6 (mod 7).
jika x=0 maka y=20, jika x=5 maka y=13. Perlu kita ketahui bahwa x dan y itu berlawanan arah.
Jadi batas x = floor (100/7)= 14 artinya karena x = 5k maka k yang memenuhi hanya k=0, 1, dan 2.
Jadi semua pasangan (x, y)={(0, 20), (5, 13), (10, 6)}

KOMBINASI

Kali ini mathematic.my.id membagikan tutorial mengenai operasi kombinasi. Sebelumnya sobat harus tau apa itu operasi faktorial. Operasi faktorial dilambangkan dengan tanda seru ” ! “. Sebagai contoh 5!=5x4x3x2x1 atau bisa kita tulis dengan $5!=5.(5-1)!$.
Definisi formal faktorial:
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Untuk setiap bilangan $n$ maka $n!=n.(n-1).(n-2).(n-3)….1$
$=n.(n-1)!$

Setelah kita mengetahui definisi faktorial, maka barulah kita bisa menggunakan operasi kombinasi.
Definisi Formal Kombinasi:
Kombinasi merupakan operasi yang dirumuskan oleh $C(n, r)=\frac {n!}{r!.(n-r)!}$ dimana $n>r$.

Ada juga yg menuliskan rumus kombinasi sebagai berikut:
$C(n, r)=\frac {n.(n-1).(n-2)…(n-(r-1))}{r!}$

bentuk itu diperoleh karena $(n-r)!$ itu habis membagi $n!$.

Kita juga harus tau bentuk-bentuk penulisan lambang kombinasi, yakni:
1. $C(n, r)$
2. $_nC_r$, dan
3. ${n \choose r}$.

Nah setelah sobat mengenal definisi kombinasi tersebut, kini saatnya kita mengetahui apa kegunaan dari kombinasi itu.

Kegunaan Kombinasi

*Untuk mencari banyaknya cara memilih*
Misalkan ada 4 elemen yaitu $a, \quad b, \quad c,\quad$ dan $d$ maka jika kita ingin memelih 3 elemen dari 4 elemen itu kita peroleh pemilihannya ada empat cara yakni: $(a, \quad b, \quad c)$, $(a, \quad b, \quad d)$, $(b, \quad c, \quad d)$, dan $(a, \quad c, \quad d)$.

Contoh lain:
Seorang siswa diharuskan mengerjakan 7 soal dari 10 soal dengan nomor soal 1 s.d 10. Siawa itu juga diharuskan menjawab soal no.1, no.5, dan no.9. Berapa banyak cara pemilihan soal oleh siswa itu?
Jawab:
Karena 3 soal sudah dipilih yakni dari kalimat diharuskan menjawab soal no.1, no.5, dan no.9, maka sisa soal yg harus dipilih oleh siswa itu tinggal 7 soal. Sedangkan untuk mengerjakan 7 soal itu dia harus mengerjakan 4 soal lagi. Sehingga oleh rumus kombinasi maka banyak cara pemilihannya adalah: $C(7, 4)=\frac {7.6.5.4}{4.3.2.1}=35 $ cara.

*Sebagai koefisien dari perpangkatan $(x+y)^n$
Formulanya sebagai berikut:
$\quad (x+y)^n=\sum^n_{k=0}{n \choose r}.x^k.y^{n-k}$
rumus ini dinamakan rumus binomial.

sebagai contoh misalkan kita akan mencari nilai $(1+2)^2$ dengan menggunakan rumus binomial, maka $(1+2)^2=C(2, 0).1^0.2^{2-0}+$
$C(2, 1).1^1.2^{2-1}+C(2, 2).1^2.2^{2-2}$$=4+4+1=9.\quad$
Untuk bukti formalnya bisa kita gunakan induksi matematika yg dibahas dipertemuan lain.
Contoh:
Tentukan koefisien $x^4$ dari $(2x-3)^6$.
Jawab:
Jika sebelumnya kita tidak mengetahui rumus binomial itu, maka kita akan kesulitan menjawab soal ini. Soal ini juga bisa kita jawab dengan menggunakan bilangan segitiga pascal, dan sebenarnya bilangan segitiga pascal itu adalah koefisien-koefisien dari rumus binomial. Ok, langsung saja kita jawab, karena yang ditanya itu $x^4$, maka jelas bahwa $k=4$. Sehingga kita hanya mengambil suku pada $k=4$ saja, kita peroleh sukunya: $C(6, 4). (2x)^4.(-3)^{6-4}=$
$(15).(16).(9).x^4=2160.x^4$
sehingga koefisiennya= 2160.

*kombinasi digunakan untuk mencari barisan dan deret aritmatika bertingkat*
Barisan dan deret aritmatika bertingkat itu merupakan gabungan dari 2 atau lebih barisan atau deret yang saling terhubung. Misalnya barisan aritmatika tingkat-2 sebagai berikut:
2, 3, 5, 8, 12, … (barisan pertama)
beda pertama: 1, 2, 3, 4, … (barisan kedua)
beda kedua: 1, 1, 1, … (barisan ketiga)
Nah untuk mencari rumus suku ke-$n$ nya maka suku pertama berturut-turut dari barisan pertama dan seterusnya kita kalikan dengan kombinasi yg bersesuainya lalu kita jumlahkan sebagai berikut:
$U_n={{n-1} \choose 0}.2 + {{n-1} \choose 1}.1 + {{n-1} \choose 2}.1$.
Nah sekarang kita coba mencari suku ke-4 dari barisan pertama, maka: $U_4={(4-1) \choose 0}.2 + {(4-1) \choose 1}.1 + {(4-1) \choose 2}.1=8$.
Jika untuk deret, misalkan kita akan mencari $S_n$ dari barisan pertama yakni 2+3+5+8+12+…
maka: $\quad S_n={n \choose 1}.2 + {n \choose 2}.1 + {n \choose 3}.1$. Misalkan kita akan mencari nilai $S_4$ maka $S_4={4 \choose 1}.2 + {4 \choose 2}.1 + {4 \choose 3}.1=18.$

Mungkin sampai disini tutorial kita kali ini dalam materi kombinasi, terima kasih atas kunjungannya di mathematic.my.id semoga bermanfaat..
#searchbox { background: url(http://4.bp.blogspot.com/-u0fEq-zSTYI/VD1gGDLy3aI/AAAAAAAAAhw/im3bcQd5wBM/s1600/search-box.png) no-repeat; height: 27px; width: 202px; } input:focus::-webkit-input-placeholder { color: transparent; } input:focus:-moz-placeholder { color: transparent; } input:focus::-moz-placeholder { color: transparent; } #searchbox input { outline: none; } #searchbox input[type=”text”] { background: transparent; margin: 0px 0px 0px 12px; padding: 5px 0px 5px 0px; border-width: 0px; font-family: “Arial Narrow”, Arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: italic; width: 77%; color: #828282; display: inline-table; vertical-align: top; } #button-submit { background: url(http://2.bp.blogspot.com/-4OxjMRukhCM/VD1gBscpzII/AAAAAAAAAhk/TUxMSv7bCzA/s1600/search-button.png) no-repeat; border-width: 0px; cursor: pointer; width: 30px; height: 25px; } #button-submit:hover { background: url(http://4.bp.blogspot.com/-GgNBTS_3FEA/VD1gBgm7RFI/AAAAAAAAAhg/flg6VijzW8E/s1600/search-button-hover.png) no-repeat; } #button-submit::-moz-focus-inner { border: 0; }

MathJax.Hub.Config({ tex2jax: {inlineMath: [[‘$’,’$’], [‘\\(‘,’\\)’]]} });

TRIGONOMETRI

Kali ini mathematic.my.id membagikan tutorial mengenai Trigonometri. Sub materi yg akan dibahas mengenai:
Perbandingan Trigonometri (Dasar Trigonometri), Kuadran, Sudut Istimewa, Rumus Sudut berelasi, Rumus sudut rangkap, Rumus sudut ganda, Rumus sudut setengah, dan bentuk $a.cos(x) + b.sin(x)$.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baiklah langsung saja untuk materinya:

A. Perbandingan Trigonometri
Pada koordinat kartesius itu bahawa $x$ adalah sumbu horizontal, dan $y$ adalah sumbu vertikal. Jika kita membuat lingkaran satuan maka akan ada $r$ dimana $r=\sqrt {x^2+y^2}$.
Perhatikan bahwa bentuk trigonometri itu adalah perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku dengan sisi miring $r$:
$sin \alpha =\frac {y}{r}$, $\quad csc \alpha =\frac {1}{sin \alpha}$
$cos \alpha =\frac {x}{r}$, $\quad sec \alpha =\frac {1}{cos \alpha}$
$tan \alpha =\frac {y}{x}$, $\quad cot \alpha =\frac {1}{tan \alpha}$
Dimana cara membacanya: sin itu “sinus”, cos itu “cosinus”, tan itu “tangen”, csc itu “cosecan”, sec itu “secan” dan cot itu “cotangen”. Ada juga yg menuliskan tan itu tg dan cot itu ctg definisinya sama saja.

B. Kuadran
Kuadran adalah daerah.
Materi trigonometri ini menggunakan kuadran Dimensi-2. Kuadran Dimensi-2 terbagi 4, yang ditandai dengan indeks 1, 2, 3, dan 4, bisa juga dituliskan dengan indeks angka romawi.
Berikut ini batas sumbu dari kuadran 1 s.d 4:
Kuadran 1 itu dibatasi oleh sumbu-$x$ positif dan sumbu-$y$ positif.
Kuadran 2 itu dibatasi oleh sumbu-$x$ negatif dan sumbu-$y$ positif.
Kuadran 3 itu dibatasi oleh sumbu-$x$ negatif dan sumbu-$y$ negatif. Dan
Kuadran 4 itu dibatasi oleh sumbu–$x$ positif dan sumbu-$y$ negatif.
Kemudian kita harus tau batas-batas sudut dari kuadran 1 s.d 4 tersebut, yakni:
Batas Sudut (satuan derajat) dari Kudran 1 s.d 4, yaitu:
Kuadran 1: $0 \le \alpha \le 90$
Kuadran 2: $90 \le \alpha \le 180$
Kuadran 3: $180 \le \alpha \le 270$
dan Kuadran 4: $270 \le \alpha \le 360$. Dimana batas sudut yg terkena irisan dinamakan sudut berelasi, sudut berelasi ada 5 yakni: 0, 90, 180, 270, dan 360.

C. Sudut Istimewa
Berikut gambar nilai-nilai trigonometri dalam sudut istemewa:

D. Rumus Sudut Berelasi
Kunci dalam pemahaman sudut berelasi itu mudah, kuncinya adalah untuk sudut pada posisi sumbu $x$ yakni 0, $\pi$, dan $2\pi$ (sudut dalam radian), itu tetap artinya perbandingannya tetap. Nah sebaliknya, untuk sudut di posisi vertikal itu berubah sin menjadi cos, cos menjadi sin, tan menjadi cot, cot menjadi tan, sec jadi csc, dan csc jadi sec. Dan juga jangan lupa melihat di kuadran mana sudutnya.
Sebagai contoh:
$sin(\pi + \alpha)$, sudut berada di kuadran-3 maka nilai sin negatif sebab sumbu-$y$ negatif dan $r$ selalu positif, karena $sin\alpha=\frac {y}{r}$, maka nilai sin pada kuadran ke-3 itu negatif, sehingga: $sin(\pi + \alpha)=-sin\alpha$.
Contoh lain, $tan(\frac {1}{2} \pi + \alpha)$ dengan cara yg sama maka akan menjadi $-cot \alpha$.

Karena soal tentang sudut berelasi selalu keluar saat ujian trigonometri, jadi berikut ini penulis berikan soal latihan:
1. sin $(330°)$=….
2. sec $(240°)$=….
3. tan $(930°)$=….
4. cot $(1020°)$=….
5. cos $(1845°)$=….

E. Rumus Sudut Rangkap
Berikut ini diberikan rumus-rumus sudut rangkap yg terkenal:
$sin (\alpha \pm \beta)=sin\alpha.cos\beta \pm sin\beta.cos\alpha$
$cos (\alpha \pm \beta)=cos\alpha.cos\beta \mp sin\alpha.sin\beta$
$tan (\alpha \pm \beta)= \frac {tan\alpha \pm tan\beta}{1 \mp tan\alpha.tan\beta}$

F. Rumus Sudut Ganda
Rumus sudut ganda itu berasal dari rumus sudut rangkap pada penjumlahan dimana kedua sudut rangkap itu sama, misalkan $\beta=\alpha$ maka sudut rangkapnya menjadi $\alpha + \alpha = 2.\alpha$. Perhatikan rumus sudut ganda yg terkenal ini:
$sin (2.\alpha) = 2.sin\alpha.cos\alpha$
$cos (2.\alpha) = cos^2 \alpha – sin^2 \alpha$ atau
$cos (2.\alpha) = 1-2.sin^2 \alpha = -1+2.cos^2 \alpha$
$tan (2.\alpha) = \frac {2.tan\alpha}{1-tan^2 \alpha}\quad$ atau
$tan (2.\alpha) = \frac {2.sin\alpha}{1-2.sin^2 \alpha}$

G. Rumus Sudut Setengah
Berikut ini rumus sudut setengah:
$sin \frac {1}{2} \alpha = \sqrt {\frac {1-cos\alpha}{2}}$
$cos \frac {1}{2} \alpha = \sqrt {\frac {1+cos\alpha}{2}}$
$tan \frac {1}{2} \alpha = \frac {1-cos\alpha}{sin\alpha}$
atau $\quad tan \frac {1}{2} \alpha = csc\alpha – cot\alpha$

H. Bentuk $\quad a.cos x + b.sin x$
Bentuk ini di formulakan oleh:
$\quad a.cos x + b.sin x=\sqrt {a^2+b^2}. cos(x-m)$,
dimana $m=arc tan \frac {b}{a}$.
Sebagai contoh: $sin\frac {1}{3}\pi + cos\frac {1}{3}\pi$
ini akan menjadi
$\sqrt {2}. cos (\frac {1}{3}\pi – \frac {1}{4}\pi)=\sqrt {2}. cos(\frac {1}{12}\pi)$.

Mungkin sampai disini tutorial kita pada materi Trigonometri, thank you semoga bermanfaat..
#searchbox { background: url(http://4.bp.blogspot.com/-u0fEq-zSTYI/VD1gGDLy3aI/AAAAAAAAAhw/im3bcQd5wBM/s1600/search-box.png) no-repeat; height: 27px; width: 202px; } input:focus::-webkit-input-placeholder { color: transparent; } input:focus:-moz-placeholder { color: transparent; } input:focus::-moz-placeholder { color: transparent; } #searchbox input { outline: none; } #searchbox input[type=”text”] { background: transparent; margin: 0px 0px 0px 12px; padding: 5px 0px 5px 0px; border-width: 0px; font-family: “Arial Narrow”, Arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: italic; width: 77%; color: #828282; display: inline-table; vertical-align: top; } #button-submit { background: url(http://2.bp.blogspot.com/-4OxjMRukhCM/VD1gBscpzII/AAAAAAAAAhk/TUxMSv7bCzA/s1600/search-button.png) no-repeat; border-width: 0px; cursor: pointer; width: 30px; height: 25px; } #button-submit:hover { background: url(http://4.bp.blogspot.com/-GgNBTS_3FEA/VD1gBgm7RFI/AAAAAAAAAhg/flg6VijzW8E/s1600/search-button-hover.png) no-repeat; } #button-submit::-moz-focus-inner { border: 0; }

MathJax.Hub.Config({ tex2jax: {inlineMath: [[‘$’,’$’], [‘\\(‘,’\\)’]]} });

PERSAMAAN KUADRAT

Pada perjumpaan kali ini mathematic.my.id akan membagikan tutorial tentang $Persamaan Kuadrat$.
Mula-mula kita harus tau apa itu persamaan kuadrat.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
____________________________________________
Persamaan kuadrat adalah untuk mencari nilai $x$ dari bentuk umum persamaan:
$ax^2+bx+c=0$.
dimana $a \ne 0$.
________________________________________
Cara penyelesaian Persamaan Kuadrat (PK)
** 1. Pemfaktoran **
————————————-
Contoh 1:
Akar-akar penyelesaian $\quad x^2+2x=3$ adalah …
$\quad$ Jawab:
Bentuk umum PK tersebut adalah:
$x^2+2x-3=0$. Cara memfaktorkan itu kita mencari 2 bilangan yg hasil kalinya $a.c=(1)(-3)=-3$ dan hasil jumlahnya $b=2$ maka diperoleh:
$-1$ dan 3 kemudian kedua bilangan itu dibagi dengan nilai $a=1$, maka diperoleh bentuk faktornya: $(x-1)(x+3)=0$.
Jadi akar-akarnya adalah $x=1$ dan $x=-3$.
_____________________
Contoh 2:
Akar-akar penyelesaian PK $-6x^2+x=-2$ adalah …
Jawab:
Bentuk umumnya menjadi:
$-6x^2+x+2=0$, maka kita mencari dua bilangan yg hasil kalinya $(-6)(2)=-12$ dan hasil jumlahnya 1, sehingga diperoleh dua bilangan itu 4 dan $-3$ lalu jangan lupa kedua bilangan itu dibagi dengan nilai $a$ maka menjadi $-\frac {2}{3}$ dan $\frac {1}{2}$. Jadi bentuk faktornya $(x-\frac {2}{3})(x+\frac {1}{2})=0$ jadi, akar-akarnya adalah $x=\frac {2}{3}$ dan $x=-\frac {1}{2}$.

** 2. Bentuk kuadrat sempurnya **
————————————–
Dalam hal ini kita melihat nilai $b$. Jika bentuk umum PK kita bagi dengan $a$ maka menjadi
$x^2+\frac {b}{a}x+\frac {c}{a}=0$……..(1) nilai $a$ harus 1.
Karena bentuk $(x+\frac {b}{2a})^2=x^2+\frac {b}{a}x+\frac {b^2}{4a^2}$…….(2) dan dari (1) diperoleh $x^2+\frac {b}{a}.x=-\frac {c}{a}$, kemudian kita substitusikan ke (2) diperoleh $(x+\frac {b}{2a})^2=-\frac {c}{a}+\frac {b^2}{4a^2}$ atau
$(x+\frac {b}{2a})^2=\frac {b^2-4ac}{4a^2}$, yang mana $b^2-4ac$ dikenal sebagai $D$.
bentuk terakhir ini adalah bentuk kuadrat sempurna.
contoh:
Tentukan akar dari $3x^2+6x-24=0$ dengan cara kuadrat sempurna!
Jawab:
Dari bentuk yg kita peroleh maka bentuk kuadrat sempurna dari soal ini adalah:
$(x+1)^2=\frac {6^2-4.(3).(-24)}{4.(3^2)}$ maka $(x+1)^2=\frac {6^2-4.(3).(-24)}{4.(3^2)}=9$, maka
$x=-1 \pm 3$. Jadi, $x_1 =2$ dan $x_2=-4$.
_____________________________
** Menggunakan rumus abc **
Rumus abc diperoleh dari bentuk kuadrat sempurna. Rumus umumnya adalah:
$\frac {-b \pm \sqrt {b^2-4ac}}{2a}$ atau $\frac {-b \pm \sqrt {D}}{2a}$
contoh:
Tentukan akar-akar $x^2+3x+2=0$ dengan rumus abc!
Jawab:
$x_{1,2} = \frac {-3 \pm \sqrt {3^2-4(1)(2)} }{2(1) }$
$=\frac {-3 \pm 1}{2}$.
$x_1=-1$ dan $x_2=-2$.
_____________________________
Sifat-sifat Diskriminan
____________________________
1. Jika $D=0$ maka akar-akarnya kembar $\quad$ atau $x_1=x_2$.
2. Jika $D>0$ maka akar-akarnya real berbeda $\quad$atau $x_1 \ne x_2$.
3. Jika $D \ge 0$ maka akar-akarnya real.
3. Jika $D<0$ maka akar-akarnya imajiner.
______________________________________
Contoh 1:
Tentukan nilai $m$ agar $3x^2-2x=-m$ memiliki akar-akar kembar!
Jawab:
Syarat akar kembar itu $D=0$, maka $(-2)^2-4(3)(m)=4-12m=0$ , sehingga diperoleh:
$m=\frac {1}{3}$
Contoh 2: Tentukan nilai $k$ agar persamaan $kx^2-kx+4=0$ memiliki akar-akar real!
Jawab:
$D=(-k)^2-4(k)(4)=k^2-16k=k(k-16) \ge 0$ sehingga diperoleh $k \le 0$ atau $k \ge 16$.
————————–
Sampai disini tutorial bersama mathematic.my.id, salam berbagi…
————————–
#searchbox { background: url(http://4.bp.blogspot.com/-u0fEq-zSTYI/VD1gGDLy3aI/AAAAAAAAAhw/im3bcQd5wBM/s1600/search-box.png) no-repeat; height: 27px; width: 202px; } input:focus::-webkit-input-placeholder { color: transparent; } input:focus:-moz-placeholder { color: transparent; } input:focus::-moz-placeholder { color: transparent; } #searchbox input { outline: none; } #searchbox input[type=”text”] { background: transparent; margin: 0px 0px 0px 12px; padding: 5px 0px 5px 0px; border-width: 0px; font-family: “Arial Narrow”, Arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: italic; width: 77%; color: #828282; display: inline-table; vertical-align: top; } #button-submit { background: url(http://2.bp.blogspot.com/-4OxjMRukhCM/VD1gBscpzII/AAAAAAAAAhk/TUxMSv7bCzA/s1600/search-button.png) no-repeat; border-width: 0px; cursor: pointer; width: 30px; height: 25px; } #button-submit:hover { background: url(http://4.bp.blogspot.com/-GgNBTS_3FEA/VD1gBgm7RFI/AAAAAAAAAhg/flg6VijzW8E/s1600/search-button-hover.png) no-repeat; } #button-submit::-moz-focus-inner { border: 0; } MathJax.Hub.Config({ tex2jax: {inlineMath: [[‘$’,’$’], [‘\\(‘,’\\)’]]} });

PERTIDAKSAMAAN KUADRAT

Kali ini mathematic.my.id membagikan tutorial mengenai Pertidaksamaan Kuadrat .
Sebelumnya kita harus tau tentang materi persamaan kuadrat.
Baiklah, langsung saja kita ke inti materinya, pertama-tama kita harus tau bentuk umum pertidaksamaan kuadrat berikut:
$ax^2+bx+c (notasi) 0$.
Maksud dari notasi itu adalah lambang pertidaksamaan yakni: $, \quad \le, \quad$ dan $ \ge$.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
————-**————-
Contoh 1:
Himpunan penyelesaian real pertidaksamaan $2x^2-x < 3$ adalah …
Jawab:
Pertama kita pastikan apakah bentuknya sudah umum atau belum. Soal diatas bentuknya belum umum, maka kita ubah dengan menggunakan konsep aljabar kedua ruas kita kurang 3 diperoleh:
$\quad 2x^2-x-3<0 \quad$ kemudian kita uji nilai diskriminannya $D=b^2-4ac=(-1)^2-4(2)(-3)\ge 0$ jika hasil $D \ge 0$ maka penyelesaiannya real. Kemudian kita faktorkan, karena pada contoh ini bisa kita faktorkan.
Cara memfaktorkan: Nilai $a.c$ dan nilai $b$ kedua nilai ini sangat berpengaruh. Pada contoh ini diperoleh nilai $a.c=(2)(-3)=-6$ dan nilai $b=-1$, kemudian kita mencari dua bilangan yang hasil kalinya $-6$ dan hasil jumlahnya $-1$ maka kita peroleh dua bilangan itu yakni $-3$ dan 2. Setelah itu kita bagi dengan nilai $a$ sehingga diperoleh bentuk faktornya yakni:
$(x-\frac {3}{2})(x+\frac {2}{2})$ $=(x-\frac {3}{2})(x+1)$
ternyata kita peroleh batas-batas nilainya yakni $x=\frac {3}{2}$ dan $x=-1$. Karena notasi pertidaksamaannya < maka bentuk himpunan penyelesaiannya adalah:
$\quad -1 < x < \frac {3}{2}$.
————-**—————-
Contoh 2:
Himpunan penyelesaian real dari $5x^2-4x+1>0$ adalah …
Jawab:
Perhatikan bahwa nilai $D=(-4)^2-4(5)(1)=-4<0$ maka tidak punya penyelesaian di himpunan bilangan real.
———**———-
Contoh 3:
Himpunan penyelesaian real dari $12x \ge 3x^2+12$ adalah …
Jawab:
Kita lihat nilai $D \ge 0$ maka memiliki penyelesaian real. Kita ubah ke bentuk umum diperoleh:
$-3x^2+12x-12\ge 0$ karena nilai $a$ negatif, maka perlu kita positifkan dengan cara mengalikan negatif ke kedua ruas. Pada contoh ini kita kalikan kedua ruas dengan $-\frac {1}{3}$ maka kita peroleh bentuk baru yang tidak berpengaruh dengan hasil akhirnya, yakni:
$x^2-4x+4 \le 0$, kenapa berubah arah? karena pengalinya negatif. Maka kita peroleh bentuk faktornya: $(x-2)(x-2)=(x-2)^2 \le 0$. Karena bentuk faktornya kuadrat sempurna yang mengakibatkan untuk semua nilai yang dikuadratkan itu hasilnya $\ge 0$ maka himpunan penyelesaian yang memenuhi soal ini hanya ada satu yakni $x=2$, tepatnya karena ada tanda =.
————–**————–
Contoh 4:
Himpunan penyelesaian real $2x^2+5x+2 \ge 0$ adalah …
Jawab:
Kita faktorkan menjadi: $(2x+1)(x+2) \ge 0$ maka batas-batasnya $x=-\frac{1}{2}$ dan $x=-2$.
$\quad$ karena pertidaksamaannya memakai $\ge $ maka:
$\quad$ bentuk penyelesaiannya adalah: $-2 \ge x \ge -\frac{1}{2}$
—————-**——————
Mungkin sampai disini dulu tutorial kita, Salam sukses… —————-**—————— #searchbox { background: url(http://4.bp.blogspot.com/-u0fEq-zSTYI/VD1gGDLy3aI/AAAAAAAAAhw/im3bcQd5wBM/s1600/search-box.png) no-repeat; height: 27px; width: 202px; } input:focus::-webkit-input-placeholder { color: transparent; } input:focus:-moz-placeholder { color: transparent; } input:focus::-moz-placeholder { color: transparent; } #searchbox input { outline: none; } #searchbox input[type=”text”] { background: transparent; margin: 0px 0px 0px 12px; padding: 5px 0px 5px 0px; border-width: 0px; font-family: “Arial Narrow”, Arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: italic; width: 77%; color: #828282; display: inline-table; vertical-align: top; } #button-submit { background: url(http://2.bp.blogspot.com/-4OxjMRukhCM/VD1gBscpzII/AAAAAAAAAhk/TUxMSv7bCzA/s1600/search-button.png) no-repeat; border-width: 0px; cursor: pointer; width: 30px; height: 25px; } #button-submit:hover { background: url(http://4.bp.blogspot.com/-GgNBTS_3FEA/VD1gBgm7RFI/AAAAAAAAAhg/flg6VijzW8E/s1600/search-button-hover.png) no-repeat; } #button-submit::-moz-focus-inner { border: 0; } MathJax.Hub.Config({ tex2jax: {inlineMath: [[‘$’,’$’], [‘\\(‘,’\\)’]]} });

SOAL DAN KUNCI OSK SMP

Pada kesempatan kali ini mathematic.my.id ingin berbagi file pdf OSK MATEMATIKA SMP. Berikut ini filenya yg sudah terkumpul:
1. Soal OSK Matematika SMP 2019
2. Pembahasan OSK Matematika SMP 2019
3. Soal dan Kunci OSK Matematika SMP 2018
Terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat..
—————————–
#searchbox { background: url(https://4.bp.blogspot.com/-u0fEq-zSTYI/VD1gGDLy3aI/AAAAAAAAAhw/im3bcQd5wBM/s1600/search-box.png) no-repeat; height: 27px; width: 202px; } input:focus::-webkit-input-placeholder { color: transparent; } input:focus:-moz-placeholder { color: transparent; } input:focus::-moz-placeholder { color: transparent; } #searchbox input { outline: none; } #searchbox input[type=”text”] { background: transparent; margin: 0px 0px 0px 12px; padding: 5px 0px 5px 0px; border-width: 0px; font-family: “Arial Narrow”, Arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: italic; width: 77%; color: #828282; display: inline-table; vertical-align: top; } #button-submit { background: url(https://2.bp.blogspot.com/-4OxjMRukhCM/VD1gBscpzII/AAAAAAAAAhk/TUxMSv7bCzA/s1600/search-button.png) no-repeat; border-width: 0px; cursor: pointer; width: 30px; height: 25px; } #button-submit:hover { background: url(https://4.bp.blogspot.com/-GgNBTS_3FEA/VD1gBgm7RFI/AAAAAAAAAhg/flg6VijzW8E/s1600/search-button-hover.png) no-repeat; } #button-submit::-moz-focus-inner { border: 0; }

PERMUTASI

Pada pertemuan ini, mathematic.my.id akan menjelaskan tentang Permutasi. Permutasi adalah banyaknya cara menyusun $r$ unsur dari semua $n$ unsur.
1. Permutasi Unsur Berbeda
Permutasi Unsur Berbeda diformulakan oleh:
$$P(n, r)=\frac {n!}{(n-r)!}$$.
dimana $n!=n.(n-1).(n-2)…1=n.(n-1)!$
$n>r$, $n$ dan $r$ bilangan bulat, dengan $n$ adalah banyak semua unsur dan $r$ adalah panjang susunan.
Notasi permutasi bisa juga kita tuliskan dengan:
$_nP_r$ dan $P^n_r$
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Contoh:
Kita akan menyusun unsur $a$, $b$, dan $c$ dengan panjang susunannya dua. Maka susunannya adalah:
$ab$, $ba$, $ac$, $ca$, $bc$, dan $cb$ ada sebanyak 6.
Dengan menggunakan rumus permutasi maka:
$$P(3, 2)=\frac {3!}{(3-2)!}=6$$.
Contoh lain
Siswa suatu kelas yang berjumlah 30 orang akan dipilih seorang ketua kelas, seorang bendahara, dan seorang sekretaris. Berapakah jumlah susunan pengurus kelas yang mungkin dibuat?
Jawab:
Ini adalah soal permutasi 3 unsur yang diambil dari 30 unsur yang berbeda:
$P(30, 3)=\frac{30!}{(30-3)!}=\frac{30!}{27!}$
$$=\frac {30.29.28.27!}{27!}=30.29.28=24.360$$ susunan.
2. Permutasi yang memiliki sejumlah unsur yang sama
Formulanya adalah:
$$P=\frac {n!}{k_1!.k_2!…k_i}$$
dimana $k_1,k_2,….,k_i$ adalah banyak unsur yang sama dan $k_1+k_2+ … + k_i=n$.
Contoh:
Banyak susunan kata “KATAK” adalah …
Kita lihat huruf K ada 2, huruf A ada 2, dan huruf T ada 1, maka:
$P=\frac {5!}{2!.2!.1!}=30$.
3. Permutasi Siklis
Permutasi siklis adalah susunan unsur dengan bentuk melingkar. Rumusnya adalah:
$P=(n-1)!$
dimana $n$ adalah banyaknya semua unsur yg akan disusun melingkar.
Contoh 1:
Banyak susunan melingkar dari 3 unsur adalah …
Jawab:
banyak susunannya adalah: $P=(3-1)!=2$ cara.
Contoh 2:
Banyak susunan melingkar 10 orang dimana tidak ada 3 orang tertentu yg saling duduk berdekatan adalah …
Jawab:
Banyak semua susunan melingkarnya: $(10-1)!=9!$
. Kita memakai aturan pengurangan, kita cari dulu banyak susunan dimana 3 orang tertentu itu saling duduk berdekatan, caranya kita hitung 3 orang itu menjadi satu kesatuan maka 10 orang tadi dengan 3 orang dihitung 1 menjadi 8, kemudian kita kalikan dengan $3!$. Maka kita peroleh banyak susunan dengan 3 orang tertentu saling duduk berdekatan adalah $(8-1)!.3!=6. 7!$, sehingga banyak susunan 10 orang dengan 3 orang tertentu tidak saling duduk berdekatan adalah: $9!-6.7!=66. !7$.
————–****—————
Mungkin sekian dulu tutorial kali ini, semoga bermanfaat.. #searchbox { background: url(http://4.bp.blogspot.com/-u0fEq-zSTYI/VD1gGDLy3aI/AAAAAAAAAhw/im3bcQd5wBM/s1600/search-box.png) no-repeat; height: 27px; width: 202px; } input:focus::-webkit-input-placeholder { color: transparent; } input:focus:-moz-placeholder { color: transparent; } input:focus::-moz-placeholder { color: transparent; } #searchbox input { outline: none; } #searchbox input[type=”text”] { background: transparent; margin: 0px 0px 0px 12px; padding: 5px 0px 5px 0px; border-width: 0px; font-family: “Arial Narrow”, Arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: italic; width: 77%; color: #828282; display: inline-table; vertical-align: top; } #button-submit { background: url(http://2.bp.blogspot.com/-4OxjMRukhCM/VD1gBscpzII/AAAAAAAAAhk/TUxMSv7bCzA/s1600/search-button.png) no-repeat; border-width: 0px; cursor: pointer; width: 30px; height: 25px; } #button-submit:hover { background: url(http://4.bp.blogspot.com/-GgNBTS_3FEA/VD1gBgm7RFI/AAAAAAAAAhg/flg6VijzW8E/s1600/search-button-hover.png) no-repeat; } #button-submit::-moz-focus-inner { border: 0; } MathJax.Hub.Config({ tex2jax: {inlineMath: [[‘$’,’$’], [‘\\(‘,’\\)’]]} });

TURUNAN IMPLISIT

Hai sahabat mathematic.my.id,,
Pada pertemuan ini akan dijelaskan mengenai Pendiferensialan Implisit. Apakah teman-teman sudah mengetahuinya?.
Dengan sedikit usaha, kebanyakan kita akan mampu melihat bahwa grafik dari
$y^3+7y=x^3$
Tampak seperti apa yg diperlihatkan dalam gambar berikut:

Pastilah titik (2, 1) terletak pada grafik, dan tampaknya terdapat sebuah garis singgung yg terumuskan dengan baik pada titik tersebut. Bagaimana kita mencari kemiringan garis singgung ini?. Mudah, kita dapat menjawab: hitung saja $\frac {dy}{dx}$ pada titik itu. Tetapi itulah kesukarannya, kita tidak tahu bagaimana mencari $\frac {dy}{dx}$ pada persamaan grafik itu.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Elemen baru dalam masalah ini adalah bahwa kita menghadapi sebuah persamaan yg secara gamblang (explisit) tidak terselesaikan untuk $y$. Apakah mungkin untuk mencari $$\frac {dy}{dx}$$ dalam keadaan seperti ini?, Ya tentu saja mungkin, caranya diferensialkan kedua ruas persamaan
$$y^3+7y=x^3$$
Menjadi seperti berikut:
$$3y^2.\frac {dy}{dx} + 7.\frac {dy}{dx} = 3x^2$$
Sehingga diperoleh:
$$\frac {dy}{dx}=\frac {3x^2}{3y^2+7}$$.
Maka gradien garis singgungnya adalah:
$$\frac {dy}{dx} (2, 1)=\frac {3.(2)^2}{3(1)^2+7}$$.
Cara ini disebut dengan Pendiferensialan Implisit.
Koefisien $\frac {dy}{dx}$ hanya berlaku pada suku yg bervariabel $y$ dan sebaliknya. Kita akan mencari $\frac {dx}{dy}$ pada persamaan yg sama, maka akan menjadi:
$$3y^2+ 7= 3x^2.\frac {dx}{dy}$$
. Sehingga diperoleh:
$$\frac {dx}{dy}=\frac {3y^2+7}{3x^2}$$.
Lalu bagaimana dengan suku yg memiliki dua variabel $x$ dan $y$?. Tentu saja bisa, kita memakai aturan turunan berantai yg telah kita pelajari sebelumnya. Kita kelompokkan atas masing-masing variabel $x$ saja adalah fungsi pertama dan $y$ saja adalah fungsi kedua.
Sebagai contoh untuk dua fungsi yg dihubungkan dengan operasi perkalian sebagai berikut:
Carilah $\frac {dy}{dx}$ dari persamaan $4x^2y-3y=x^3-1$.
Penyelesaian:
Metode 1:
Kita dapat dengan mudah mengeluarkan $y$ dengan memfaktorkannya, diperoleh:
$$y=\frac {x^3-1}{4x^2-3}$$
dengan mudah kita peroleh:
$$\frac {dy}{dx}=\frac {4x^4-9x^2+8x}{(4x^2-3)^2}$$.
Metode 2:
(Turunan Implisit) kita anggap $x^2$ adalah fungsi $u$ dan $y$ adalah fungsi $v$, dengan aturan rantai dan bentuk implisit maka menjadi:
$$4x^2.\frac {dy}{dx}+y.8x-3.\frac {dy}{dx}=3x^2$$.
sehingga diperoleh:
$$\frac {dy}{dx}=\frac {3x^2-8xy}{4x^2-3}$$.
Walaupun jawab ini tampak berbeda, namun hasilnya tetap sama jika kita substitusikan $y$ dengan bentuk dari persamaan pada soal yg diberikan.
Sahabat mathematic.my.id, itulah paparan materi tentang pendiferensialan atau turunan implisit. Terimakasih atas perhatiannya, semoga bermanfaat.. #searchbox { background: url(http://4.bp.blogspot.com/-u0fEq-zSTYI/VD1gGDLy3aI/AAAAAAAAAhw/im3bcQd5wBM/s1600/search-box.png) no-repeat; height: 27px; width: 202px; } input:focus::-webkit-input-placeholder { color: transparent; } input:focus:-moz-placeholder { color: transparent; } input:focus::-moz-placeholder { color: transparent; } #searchbox input { outline: none; } #searchbox input[type=”text”] { background: transparent; margin: 0px 0px 0px 12px; padding: 5px 0px 5px 0px; border-width: 0px; font-family: “Arial Narrow”, Arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: italic; width: 77%; color: #828282; display: inline-table; vertical-align: top; } #button-submit { background: url(http://2.bp.blogspot.com/-4OxjMRukhCM/VD1gBscpzII/AAAAAAAAAhk/TUxMSv7bCzA/s1600/search-button.png) no-repeat; border-width: 0px; cursor: pointer; width: 30px; height: 25px; } #button-submit:hover { background: url(http://4.bp.blogspot.com/-GgNBTS_3FEA/VD1gBgm7RFI/AAAAAAAAAhg/flg6VijzW8E/s1600/search-button-hover.png) no-repeat; } #button-submit::-moz-focus-inner { border: 0; } MathJax.Hub.Config({ tex2jax: {inlineMath: [[‘$’,’$’], [‘\\(‘,’\\)’]]} });

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai